Selasa, 05 Maret 2013

Contoh Makala Seni Rupa Terapan


 SENI RUPA TERAPAN NUSANTARA
­­
Seni rupa terapan adalah hasil karya seni rupa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan mempunyai fungsi atau manfaat. Fungsi karya seni rupa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi estetis dan fungsi praktis. Fungsi estetis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia tentang rasa keindahan. Misalnya lukisan, patung,dan benda hias. Fungsi praktis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia akan benda pakai. Misalnya vas bunga, kursi ukir, dan bingkai foto.
Karya seni rupa terapan daerah setempat diciptakan untuk tujuan melestarikan nilai-nilai tradisi dan adat dalam proses serta teknik berkarya seni rupa daerah setempat. Bentuk , model, teknik dan media memiliki keunikan/karakteristik tersendiri sebagai kekayaan seni budaya. Berdasarkan jenisnya, seni di Nusantara dikelompokkan menjadi:
1.                 Seni Kulit
Seni Kulit adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari kulit yang sudah dimasak, kulit mentah atau kulit sintetis. Kulit yang biasa digunakan adalah kulit kerbau, sapi, kambing, buaya dan ular. Kulit tersebut sebelumnya mengalami proses yang panjang, mulai dari pemisahan dari daging satwa, pencucian, pembersihan, perendaman, pewarnaan, perentangan, pengeringan, dan penghalusan. Setelah itu kulit baru dipotong sesuai ukuran yang ditentukan. Hasil dari kriya kulit Contohnya: tas, sepatu, dompet, ikat pinggang  dan lain-lain.
2.                 Seni Ukir
Seni ukir  yaitu kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu yang dikerjakan atau dibentuk menggunakan tatah ukir. Kayu yang biasanya digunakan adalah: kayu jati, mahoni, waru, sawo, nangka dan lain-lain. Contohnya mebel, relief dan lain-lain. Pola-pola ukir setiap daerah memiliki perbedaan dan menjadi ciri khas daerah tersebut .Dalam hal ini dikenal motif Aceh , motif Batak , motif Irian Jaya, motif Minangkabau ,motif Jepara , dan lkain sebagainya . teknik mengukir dan peralatan yang digunakan pada masing-masing daerah juga sangat beragam mulai yang sederhana sampai peralatan yang lengkap . Jenis-jenis ukiran adalah ukiran tembus, ukiran rendah, ukiran tinggi, ukiran tenggelam,dan ukiran utuh. Nama motif tradisional biasanya disesuaikan dengan asal daerah atau kerajaan yang berkuasa saat itu . Berikut merupakan motif ukiran dengan ciri-cirinya .
a.       Motif Semarangan
Ciri khas motif semarangan antara lain sebagai berikut :
·         memiliki daun pokok relung dengan bentuk ukiran daun campuran cembung dan cekung .
·         merupakan hasil gubahan dari tumbuh-tumbuhan yang menjalar .
·         banyak digunakan sebagai penghias perabot rumah tangga . misalnya : kursi panjang,daun pintu yang memakai bahan dari kayu .

b.       Motif Jepara
Ciri khas motif jepara antara lain seperti berikut ini :
·         daun pokok motif ini merupakan relung .
·         ukiran daun motif jepara berbentuk miring .
·         motif jepara bersifat fleksibel sehingga dapat dipakai atau diaplikasikan untuk benda interior maupun eksterior .

c.       Motif Yogyakarta
Ciri khas motif yogyakarta antara lain sebagai berikut :
·         bentuk daun pokok merelung - relung lemah gemulai dengan ukiran daun cekung dan cembung.
·         unsur-unsur hiasan pokoknya mirip dengan bentuk mahkota yang terjadi secara alami merupakan gubahan dari tumbuh-tumbuhan
·         motif yogyakarta ini terkenal dengan ukiran perak yogyakarta .

d.       Motif Kalimatan ( Suku Dayak )
Ciri khas motif Kalimantan :
·         daun pokok merupakan motif tumbuh - tumbuhan berduri .
·         biasanya digunakan sebagai hiasan perisai panjang .

e.       Motif Batak Toba
Ciri khas motif batak toba :
·         merupakan stilasi dari rumput liar dengan tambahan motif geometris .

3.                  Seni Anyaman
 kerajinan ini biasanya menggunakan bahan rotan, bambu, daun lontar, daun pandan, serat pohon, pohon pisang, enceng gondok, dll. Contohnya: topi, tas, keranjang dan lain-lain. Teknik Anyam Benda-benda kebutuhan hidup sehari-hari, seperti keranjang, tikar, topi dan lain-lain dibuatdengan teknik anyam. Bahan baku yang digunakan untuk membuat benda-benda anyaman iniberasal dari berbagai tumbuhan yang diambil seratnya, seperti bamboo, palem, rotan, mendong,pandan dan lain-lain.  

4.                    Seni Batik
Seni batik yaitu seni membuat pola hias di atas kain dengan proses teknik tulis (casting) atau teknik cetak (printing). Contohnya: baju, gaun dan lain-lain. Teknik membatik kerajinan batik telah dikenal lama di Nusantara. Batik merupakan karya seni rupa yang umumnya berupa gambar pada kain. Proses pembuatannya adalah dengan cara menambahkan lapisan malam dan kemudian diproses dengan cara tertentu atau melalui beberapa tahapan pewarnaan dan tahap nglorod  yaitu penghilangan malam. Alat dan bahan yang dipakai untuk membatik pada umumnya sebagai berikut:
a.       Kain polos, sebagai bahan yang akan diberi motif (gambar). Bahan kain tersebut umumnyaberupa kain mori, primissima, prima, blaco, dan baju kaos.
b.      Malam, sebagai bahan untuk membuat motif sekaligus sebagai perintang masuknya warna keserat kain (benang).
c.       Bahan pewarna, untuk mewarnai kain yaitu naptol dan garam diasol.
d.      Canting dan kuas untuk menorehkan lilin pada kain.
e.       Kuas untuk nemboki  yaitu menutup malam pada permukaan kain yang lebar.Sesuai dengan perkembangan zaman,

5.     Seni Keramik
Seni keramik adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tanah liat yang melalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin, pembakaran dan glasir) sehingga menghasilkan barang atau benda pakai dan benda hias yang indah. Contohnya: gerabah, piring. menurut bahan baku yang digunakan ada tiga jenis keramik , yaitu sebagai berikut.
a.       Gerabah Lunak
Gerabah lunak adalah barang-barang keramik yang terbuat dari satu macam tanah saja . contoh : tempayan , belanga , genteng , dan lain-lain .


b.      Stoneware
Stoneware adalah barang-barang keramik yang dibuat lebih dari satu macam tanah liat dan campuran batuan lain . contohnya keramik seni dan keramik seperti peralatan makan minum .
c.       Porselen
Porselen adalah barang-barang keramik yang terbuat lebih dari satu macam tanah liat dan campuran batuan lain . sifat dari porselen adalah tidak menyerap air, keras, dan tembus cahaya .
keramik-keramik terkenal di indonesia .
a.      Keramik Sanur (Bali)
Sanur merupakan daerah yang sudah amat dikenal dipulau bali,terutama dengan keindahan pantainya . selain keindahan pantainya sanur juga dikenal kerajinan keramiknya . pertumbuhan seni keramik yang terjadi di bali dimulai sekitar tahun 1970-an .pembuatan keramik sudah menjadi tradisi dan ini merupakan sumber mata pencaharian bagi para perajin gerabah .mereka juga membuat benda-benda dekoratif seperti tegel berlukiskan adegan wayang atau motif-motif mitologi bali.
perkembangan pariwisata yang pesat telah menantang masyarakat seniman dan industri kerajinan bali untuk meningkatkan pelayanan dan produksi dalam jumlah besar . keramik merupakan karya seni terapan yang dapat berfungsi untuk menghias meja makan , hiasan dingding,atau souvenir .
secara umum perlengkapan keramik yang dibuat dengan tangan di suatu sanggar akan sulit bersaing dengan piring cangkir yang dihasilkan di pabrik modern. tertapi keramik yang dibuat dengan putaran dan sentuhan tangan seniman memiliki ciri khas seperti segi artistik,goresan , warna, terstur, dan lain-lain .
b.      Keramik Kasongan ( Yogyakarta )
Kasongan merupakan suatu wilayah di kabupaten bantul yogyakarta . daerah ini dikenal sebagai sentra kerajinan keramik . pada mulanya sebagian besar penduduk desa ini bermata pencaharian sebagai pembuat gerabah . hal ini telah terjadi secara turun temurun . namun akhirnya kasongan berkembang menjadi sentra keramik yang dikenal di berbagai daerah . keramik yang dihasilkan dari kasongan berkualitas tinggi dan produk yang dihasilkan beraneka ragam .
Keberhasilan ini tak lepas dari tangan dingin seniman sapto hudoyo yang telah berhasil menjadikan tangan perajin menghasilkan keramik modern . perkembangan pariwisata yang baik di yogya membuat keramik kasongan makin di minati .
Hampir setiap daerah di wilayah Nusantara memiliki potensi seni keramik selain yogyakarta dan bali tempat lain misalnya klaten ( jawa tengah ), Nusa Tenggara Barat ( NTB), Banjanegara , Malang , dan lain sebagainya . bahkan ada kesamaan beberapa sentra keramik seperti di setiap daerah mengasilkan kendi . kendi merupakan salah satu bentuk keramik berinci khas indonesia .
Benda lain yang memiliki peranan dalam kebudayaan bangsa kita di masa lampau adalah guci . selain berfungsi sebagai penyimpan makanan dan minuman , juga dipakai untuk kegiatan sakral .di kalimantan guci dipakai untuk upacara adat , untuk menyimpan mayat sebelum di kubur ,pesta adat ,dan lain sebagainya . teknik pembuatan guci yang primitif dengan cara membuat pilinan tanah liat yang panjang , lalu ditumpuk dan dihaluskan permukaanya. kemudian ditemukan teknik putar pada kiln,yaitu alat putar dari kayu. segumpal tanah liat siap pakai diletakkan pada sebuah landasan lalu diputar dan dibentuk dengan tangan .
Corak hiasan guci juga bermacam-macam terutama nampak hiasan ular naga , yang memiliki keangungan dan kekuasaan . kecuali naga nampak pula hiasan binatang lain seperti rusa,gajah,ikan,dan lain sebagainya . kecuali dihias alam binatang guci-guci juga berhiaskan alam tumbuh-tumbuhan , bunga-bungaan ,daun,delima,bunga krisan yang dihubungkan dengan perlambangan yang baik .
c.       Keramik Plered ( Jawa Barat )
keramik di jawa barat maju pesat dengan sentra di daerah plered . keramik yang dihasilkan dengan beragam fungsi yaitu keramik pakai dan keramik hias . kerajinan keramik di plered dimulai tahun 1990-an dengan membuat barang-barang perindustrian kerajinan keramik . plered maju pesat dengan hasil keramik yang berkualitas baik dan desain yang bervariasi .



6.                 Seni Tenun
 Tenun merupakan hasil karya berupa kain yang dibuat dengan benang dan dimasukkan ke dalam pakan pada alat yang disebut lungsin. Dan tenun masih terbagi lagi menjadi songket, yang merupakan tenun dengan benang emas atau perak, kemudian ada ikat, dobel ikat, dan pakan.
Nilai ke-Indonesia-an memang merupakan salah satu poin yang perlu diperhatikan oleh kain tenun saat ini. Hal ini terkait beberapa pakem desain yang memang selayaknya tidak berubah saat dikonstruksi.
Teknik Tenun, Teknik menenun pada dasarnya hamper sama dengan teknik menganyam, perbedaannya hanyapada alat yang digunakan. Untuk anyaman kita cukup melakukannya dengan tangan (manual)dan hampir tanpa menggunakan alat bantu, sedangkan pada kerajinan menenun kitamenggunakan alat yang disebut lungsi dan pakan. Daerah penghasil tenun ikat antara lain Sumbawa (NTT), Aceh, Sumatra Barat, Palembang, Bali dan Flores.

7.                 Seni Logam
Ialah kerajinan yang menggunakan bahan logam seperti besi, perunggu,emas, perak. Sedangkan teknik yang digunakan biasanya menggunakan sistem cor, ukir, tempaatau sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Contohnya pisau, barang aksesoris, dan lain-lain. Teknik membuat logam ada 2 yaitu teknik a cire perdue dan teknik bivalve.











                          
PENDAHULUAN

­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep titik, garis,bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika. Contoh hasil karya seni rupa adalah  lukisan, kaligrafi, poster, reklame, spanduk, patung, diorama, kursi, meja, seni grafis, dan seni kerajinan.
Seni rupa dilihat dari segi fungsinya dibedakan antara seni rupa murni dan seni rupa terapan, proses penciptaan seni rupa murni lebih menitik beratkan pada ekspresi jiwa semata misalnyalukisan, sedangkan seni rupa terapan proses pembuatannya memiliki tujuan dan fungsi tertentu misalnya seni kriya. Sedangkan, jika ditinjau dari segi wujud dan bentuknya, seni rupa terbagi 2 yaitu seni rupa 2 dimensi yang hanya memiliki panjang dan lebar saja dan seni rupa 3 dimensi yang memiliki panjang lebar serta ruang. Sedangkan Seni rupa terapan adalah hasil karya seni rupa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan mempunyai fungsi atau manfaat. Fungsi karya seni rupa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi estetis dan fungsi praktis. kaya seni rupa terapan juga dibedakan menjadi 3, yaitu hasil karya ukiran, hasil karya patung, dan hasil karya batik.Pada makalah ini akan menjelaskan tentang seni rupa terapan .







PENUTUP

Kesimpulan :
­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep titik, garis,bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.
Seni rupa terapan adalah hasil karya seni rupa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan mempunyai fungsi atau manfaat. Fungsi karya seni rupa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi estetis dan fungsi praktis. Fungsi estetis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia tentang rasa keindahan. Misalnya lukisan, patung,dan benda hias. Fungsi praktis adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia akan benda pakai. Misalnya vas bunga, kursi ukir, dan bingkai foto.
jenis-jenis seni rupa terapan nusantara antara lain:
·         Seni Kulit
·         Seni Ukir
·         Seni Anyaman
·         Seni Batik
·         Seni Keramik
·         Seni Tenun
·         Seni Logam






Seni Rupa Terapan Nusantara
 



      





Oleh :
Fauzia Tripurnamawati
Kelas :
8B

Contoh Poster




Kamis, 28 Februari 2013

Regular and Irregular verbs


Regular verbs

No.
Infinitive
Past
Past Participle
Meaning
  1.
Accept
Accepted
Accepted
Menerima
  2.
Admire
Admired
Admired
Memuji
  3.
Advice
Adviced
Adviced
Menasehati
  4.
Amaze
Amazed
Amazed
Menakjubkan
  5.
Axe
Axed
Axed
Memotong
  6.
Bandage
Bandaged
Bandaged
Membalut
  7.
Call
Called
Called
Memanggil
  8.
Carry
Carried
Carried
Membawa
  9.
Confirm
Confirmed
Confirmed
Menegaskan
 10.
Dance
Danced
Danced
Berdansa
 11.
Enjoy
Enjoyed
Enjoyed
Menikmati
 12.
Flip
Flipped
Flipped
Melemparkan
 13.
Grab
Grabbed
Grabbed
Marebut
 14.
Howl
Howled
Howled
Menggonggong
 15.
Ignore
Ignored
Ignored
Mengabaikan
 16.
Inscribe
Inscribed
Inscribed
Menulis
 17.
Jam
Jammed
Jammed
Menyumbat
 18.
Jump
Jumped
Jumped
Meloncat
 19.
Kick
Kicked
Kicked
Menyepak
 20.
Lap
Lapped
Lapped
Menjilat
 21.
Mix
Mixed
Mixed
Mencampurkan
 22.
Nag
Nagged
Nagged
Mengomeli
 23.
Nurse
Nursed
Nursed
Merawat
 24.
Offer
Offered
Offered
Menawarkan
 25.
Open
Opened
Opened
Membuka
 26.
Picnic
Picnicked
Picnicked
Bertamasya
 27.
Quake
Quaked
Quaked
Berguncang
 28.
Talk
Talked
Talked
Berbicara
 29.
Underline
Underlined
Underlined
Menggaris bawahi
 30.
Use
Used
Used
Menggunakan
 31.
View
Viewed
Viewed
Melihat
 32.
Yap
Yapped
Yapped
Menggonggong
 33.
Yawn
Yawned
Yawned
Menguap
 34.
Zoom
Zoomed
Zoomed
Meningkat


Irregular verbs

No.
Infinitive
Past
Past Participle
Meaning
  1.
Abide
Abode
Abode
Tinggal
  2.
Arise
Arose
Arisen
Timbul
  3.
Awake
Awoke
Awaked
Membangunkan
  4.
Became
Became
Become
Menjadi
  5.
Begin
Began
Begun
Mulai
  6.
Bite
Bit
Bitten
Menggigit
  7.
Bring
Brought
Brought
Membawa
  8.
Cast
Cast
Cast
Melemparkan
  9.
Catch
Caught
Caught
Menangkap
 10.
Draw
Drew
Drewn
Menggambar
 11.
Drive
Drove
Driven
Mengendarai
 12.
Eat
Ate
Eaten
Makan
 13.
Feed
Fed
Fed
Memberi makan
 14.
Find
Found
Found
Menemukan
 15.
Go
Went
Gone
Pergi
 16.
Hold
Held
Held
Memegang
 17.
Keep
Kept
Kept
Memegang
 18.
Kneel
Knelt
Knelt
Berlutut
 19.
Lay
Laid
Laid
Menaruh
 20.
Lead
Led
Led
Memimpin
 21.
Leave
Left
Left
Meninggalkan
 22.
Lose
Lost
Lost
Kehilangan
 23.
Meet
Met
Met
Menjumpai
 24.
Melt
Melted
Molten
Meleleh
 25.
Mistake
Mistook
Mistaken
Membuat kesalahan
 26.
Overcome
Overcame
Overcome
Mengatasi
 27.
Overlay
Overlaid
Overlaid
Menutupi
 28.
Pay
Paid
Paid
Membayar
 29.
Put
Put
Put
Meletakkan
 30.
Read
Read
Read
Membaca
 31.
Ride
Rode
Ridden
Menunggang
 32.
Ring
Rang
Rung
Membunyikan bel
 33.
Saw
Sawed
Sawn
Menggergaji
 34.
Say
Said
Said
Mengatakan