Selasa, 26 Februari 2013

Makalah Seni Tari


TUGAS SENI TRADISIONAL



DISUSUN OLEH :
1.      FAUZIA TRIPURNAMAWATI
2.      NABILA DITA
3.      NABILA JILAN ULAYYA
4.      OLIVIA SRIARUM KUSUMA WINAHYU
5.      SHAQILA CAESARINE MULACHELA


VIII. B


PENDAHULUAN

Apabila disimak secara khusus, tari membuat seseorang tergerak untu mengikuti irama tari, gerak tari, maupun unjuk kemampuan, dan kemauan kepada umum secara jelas. Tari memberikan penghayatan rasa, empati, simpati, dan kepuasan tersendiri terutama bagi pendukungnya.
Tari pada kenyataan sesungguhnya merupakan penampilan gerak tubuh, oleh karena itu tubuh sebagai media ungkap sangat penting perannya bagi tari. Gerakan tubuh dapat dinkmati sebagai bagian dari komunikasi bahasa tubuh. Dengan itu tubuh berfungsi menjadi bahasa tari untuk memperoleh makna gerak.
Tari merupakan salah satu cabang seni yang mendapat perhatian besar di masyarakat. Ibarat bahasa gerak, hal tersebut menjadi alat ekspresi manusia dalam karya seni. Sebagai sarana atau media komunikasi yang universal, tari menempatkan diri pada posisi yang dapat dinikmati oleh siapa saja dan kapan saja.
Peranan tari sangat penting dalam kehidupan manusia. Berbagai acara yang ada dalam kehidupan manusia memnfaatkan tarian untuk mendukung prosesi acara sesuai kepentingannya. Masyarakat membutuhkannya bukan saja sebagai kepuasan estetis saja, melainkan juga untuk keperluan upacara agama dan adat.















Pengertian Tari Bentuk

Seni tari merupakan karya cipta manusia yang indah. seni tari dikatakan indah apabila rangkaian dan bagian-bagiannya atau elemen-elemen penunjang tari menjadi suatu susunan yang lengkap dan utuh hingga mampu menumbuhkan kenikmatan bagi pemirsa(penikmatnya). Bisa dikatakan juga tari bentuk merupakan sebuah tari yang mengambarkan cerita secara keseluruhan dari awal sampai akhir pertunjukan.
Dalam buku problem of art disebutkan bahwa tari adalah sejarah yang dibentuk secara ekspresif dan diciptakan manusia untuk dapat dinikmati dengan rasa.misalnya:gerak,kostum,iringan musik,properti,dan pola lantai.
Unsur utama yang paling pokok dalam tari adalah gerak tubuh manusia yang sama sekali lepas dari unsur ruang, dan waktu, dan tenaga.
Tari adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan berbentuk gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika. Ada tiga unsur utama dalam tari, yaitu wiraga (fisik), wirama (iringan musik), dan wirasa (penjiwaan atau ekspresi). Gerak tari dan gerak biasa memiliki perbedaan dalam hal kehalusan, dinamika (irama dan tempo), dan iringan.
Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990, 2). Secara tidak langsung di sini Haukin memberikan penekanan bahwa tari ekspresi jiwa menjadi sesuatu yang dilahirkan melalui media ungkap yang disamarkan.
Tari bentuk memiliki 2 tema  yaitu :
1. Tema Baku
Tema baku adalah suatu bentuk tema yang umum terdapat pada suatu tari dan selalu dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya tema kepahlawanan, tema percintaan, tema keprajuritan  dan lain-lain.
a. Contoh tari bertema kepahlawanan
Ø  Seudati
Ø  Kuda kepang
Ø  Ranggalawe Gugur
Ø  Kumbakarna Gugur
Ø  Anoman Rahwana
b. Contoh tari bertema keprajuritan
Ø  Eko Prawiro
Ø  Bandabaya
Ø  Lawung         
Ø  Jemparingan
Ø  Tandingan
c. Contoh tari bertema Percintaan
Ø  Enggar-enggar
Ø  Karonsih
Ø  Driasmara
Ø  Langenasmara
Ø  Kusuma Ratih
2. Tema Khusus
Tema khusus adalah suatu bentuk tema yang tidak dijumpai secara umum, namun kehadirannya dapat menambah kesegaran apresiasi seni. Contoh kesenjangan social, lingkungan hidup dan lain-lain.

-          KOMPOSISI TARI
1.      Bentuk (pose)
Bentuk (pose) adalah posisi tubuh sebelum bergerak. Terbagi menjadi empat, yaitu terbuka, tertutup, asimetris, dan simetris.
2.      Gerak
Gerak adalah posisi tubuh menggerakkan bentuk.
3.      Pola lantai
Pola lantai adalah arah atau garis langkah yang dilalui oleh penari. Pola lantai terbagi menjadi dua, lurus dan lengkung.
4.      Arah hadap
Arah hadap adalah arah posisi tubuh penari.
5.      Tataran atau level
Tataran atau level adalah tingkatan posisi tubuh penari. Terbagi menjadi tiga, bawah, tengah, dan atas.
6.      Ekspresi atau penjiwaan

-          PERANAN TARI
Sebagai suatu kegiatan, tari memiliki beberapa fungsi antara lain sebagai berikut.
1.      Tari sebagai alat pemersatu bangsa
Sebagai contoh pagelaran festival tari nasional daerah, dan festival isen mulang.
2.      Tari sebagai media ekspresi
Tari dapat menciptakan rangkaian gerak yang dapat membuat penikmatnya peka terhadap sesuatu yang ada dan yang terjadi di sekitarnya.
3.      Tari sebagai sarana upacara
Jenis tari ini banyak macamnya seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.
4.      Tari sebagai penyaluran terapi
Jenis tari ini biasanya ditujukan kepada penyandang cacat fisik atau cacat mental. Pada masyarakat timur, jenis tarian ini menjadi pantangan karena rasa tak sampai hati.
5.      Tari sebagai media komunikasi
Penampilan tari menyampaikan pesan yang ada dalam setiap gerakannya. Contohnya adalah Tari Pakarena dari Sulawesi Selatan yang digunakan untuk mengucapkan selamat dating kepada para tamu.
6.      Tari sebagai media berpikir kreatif
Kecerdasan manusia meliputi tujuh aspek, yaitu logika, bahasa, visual, kinestik, musik, intrapersonal, dan interpersonal. Ketujuh aspek itu perlu mendapat perhatian yang seimbang dalam pendidikan sehingga siswa akan bisa lebih berpikir kreatif. Seni tari, ebagai salah satu pendidikan seni di sekolah, dapat mengembangkan kemampuan dalam aspek kinestik. Seni tari bisa menjadi alat untuk bias berpikir kreatif.
7.      Tari sebagai media mengembangkan bakat
Di sekolah diadakan pendidikan seni, yang salah satu aspeknya adalah seni tari. Pendidikan seni tari ini dapat dijadikan sebagai alat untuk mengembangkan bakat.
8.      Tari sebagai hiburan
Tari sebagai hiburan harus bervariasi agar tidak menjemukan dan membosankan. Oleh karena itu, jenis ini menggunakan tema-tema yang sederhana, tidak muluk-muluk, diiringi lagu yang enak dan mengasyikkan. Kostum dan tata panggungnya dipersiapkan dengan cara yang menarik.
9.      Tari sebagai media pergaulan
Seni tari adalah kolektif, artinya penggarapan tari melibatkan beberapa orang. Oleh karena itu, kegiata tari dapat berfungsi sebagai sarana pergaulan. Kegiatan tari, seperti latihan tari yang rutin atau pementasan bersama, adalah sarana pergaulan yang baik.

-          TEKNIK TARI  ATAU ATURAN TARI TRADISI

Penguasaan teknik tari sangat penting karena dengan pelaksanaan teknik tari yang baik dan benar akan menuju suatu penjiwaan tari yang akan disajikan.
Teknik tari yang akan diuraikan disini adalah sebuah teknik dari Marta Graham, teknik tari gaya Yogyakarta, dan teknik tari gaya Surakarta.
1. Teknik Tari Gaya Marta Graham
Teknik tari gaya Marta Graham lebih menekankan pada “Relax” dan “Tension” atau tegang dan kendor yang merupakan kerja otot Waktu kendur tenaga dilepaskan napasa dikeluarkan. Pada waktu tegang tenaga dihimpun, dengan mengambil nafas dalam-dalam. Teknik dasar Marta Graham adalah merupakan teknik yang sangat umum.
2. Teknik Tari Gaya Yoyakarta
Teknik tari gaya yogyakarta dan surakarta juga dapat dijadikan bekal seorang penari yang ba,ik. Beberapa teknik tari gaya yogyakarta adalah :
a. Greget
Greget adalah semangat batin memberikan kekuatan gerak  daya tahan dan kemampuan atau kemantapan ekpresi.
b. Sengguh
Sengguh adalah sikap sadar akan harga diri yang memancarkan keanggungan, kebersihan, kewibawaan, berisi kepastian, dan kesempurnaan sikap gerak.
c. Nyawiji
Nyawiji adalah kemanunggalan lahir dan batin, pemusatan ekpresi, keprabadian batin yalng bulat, menyatu dalam penampilan, konsentrasi.
d. Nora Mingkuh
Nora mingkuh tak berkeming dari kemantapan, tak goyah dari gangguan.
Dalam pelaksanaannya  menggunakan ketentuan geRak sebagaI berikut :
a. Dada Munggal
Dada munggal yaitu mengembangkan, mewujudkan kesiapan fisik dan memudahkan  pernafasan.
b. Weteng Ngempit
Weteng ngempit yait perut dikempiskan selama menari, merampingkan bagian tengah tubuh dan menjunjung pernapasan dada.
c. Iga Kajunjung
Iga kajunjung yaitu tulang rusak terangkat keatas, merapatkan sikap dada.
d. Ula-ula ngadeg
Ula-ula ngadeg adalah yaitu tulang belakang tegak mewujudkan paras sikap tubuh yang benar, kerapian, keindahan dan sekaligus pedoman keseimbangan.
e. Tempak Kenjereng
Tempak Kenjereng adalah tulang belikat direntangkan sehingga rapi bagian belaknag, sekaligus menunjang pelebaran ronga dada  dan  melncarkan pernafasan.
f. Nafas Ajeg
Nafas ajeg yaitu tarikan nafas stabil tidak terengah-engah walaupun dalam gerakan cepat atau peperangan.
3. Teknik Tari Gaya Surakarta
Tekni tari gaya surakarta selain sebagi bekal menjadi penari yang baik juga  dapat digunkaan untuk menyusun tari dan sekaligus dapat digunkan untuk menilai sebuah karya tari. Ada tiga aturan tari atau teknik gaya surakarta yaitu :
a. Wiraga
Wiraga yaitu kemantapan yang  dilakukan sesuai dengan teknik yang benar dan sesuai dengan penari.
b. Wirama
Wirama yaitu kesesuaian antara gerak dengan irama atau iringan yang digunakan untuk mengiringi tari tersebut.
b. Wirasa
Wirasa yaitu ungkapan jiwa atau erasaan yang dimunculkan sesuai dengan karakter yang disajikan.
Selain ketiga aturan yang didapat di atas terdapat pula bentlu teknik atau aturan tari yahg disebut “ Hasta Sawada” . Hasata Sawanda memiliki arti” Hasta” mberarti delapan dan “Sawanda” adalah aturan. Jadi yang dimaksud dengan  hasta sawanda adalah delapan aturan yang digunakan untuk bekal menjadi seseorang penari yang baik. Hasta diantaranya adalah :
a. Pancak
Pancak artinya adalah patrap atau posisi. Misalnya pacak pada leher atau kepala  pada prinsipnya pancak dibagi menjadi dua yaitu pancak untuk putra dan pancak untuk putri. Pancak anggota badan meliputi lambung, badan, pundak, dan dada. Penggunaan pacak ini dapat untuk pembeda  antara pria dan wanita atau sesuai dengan karakter masing-masing.
b. Pancat
Pancat digunakan untul mengatur gerak gerik atau solah bawa. Jadi yang disebut dengan pancat adalah solah bawa yang digunakan untuk mengatur gerak gerik tari dengan irama gending gamelan sebagai penyesuaian antara tari yang dibawakan dengan irama gending.
c. Ulat
Ulat tercermin pada bagian wajah dan mulut. Polatan sangat penting bagi penari karena akan berpengaruh pada kewibawaan dan keindahan seseorang dalam menyajikan tari. Seorang penari harus bisa marah, senyum, tenang dan lain-lain apabila tarian itu membutuhkan suasana itu.
d. Lulud
Lulud adalah menyatukan irama tari dengan gending yang mengiringi, yang berarti pula seorang penari harus peka terhadap jatuhnya kethuk, kenong, kempul dan gong serta menyesuaikan irama lagu.
e. Wiled
Wiled adalah benar tidaknya seorang pernari dalam menjajikan sebuah tarian.
f. Luwes
Luwes berartli tidak kaku. Seseorang penari tidak hanya dituntut untuk hafalannya saja akan tetapi luwes lebih diutamakan. Keluwesan ini akan menambah keindahan dan keagungan. Keluwesan tidak terlepas dari pacak dan pacat  serta ekspresi yang baik akan kelihatan lebih mengagumkan.
g. Wirama
Wirama adalah untuk mengiringi seseorang dalam menari.
h. Gending
Gending  atau nama gamelan keluar dari dua tempat yaitu keluar dari alat-alat berupa gamelan dan tumbuh dari suara dan bunyi. Gamelan yang keluar dari suara dan bunyki dapat dibedakan menjadi “OTARA” yaitu alat yang membaut suara dan “GUNITA” yaitu suara yang mengandung rasa dan lagu.


JENIS – JENIS TARI

1. TARI BERDASARKAN FUNGSINYA
a.      Tari Upacara
  Tari Hopong (NTT)

Hopong adalah sebuah upacara tradisional masyarakat Helong yang mengijinkan para petani untuk menuai atau panen di ladang pertanian. Upacara Hopong adalah suatu aktivitas yang dilakukan oleh para petani dalam bentuk doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan dan nenek moyang.. Tarian ini juga menggambarkan kehidupan bersama nilai religius, gotong royong. Musik pengiring gendang, tambur, gong.

b.      Tari Pergaulan

  Tari Tayub Bojonegoro (Jawa Timur)

Tarian ini biasanya dilakukan oleh pria dengan diiringi gamelan dan tembang Jawa yang dilantunkan oleh waranggono yang syairnya sarat dengan petuah dan ajaran.  Pertunjukan tari ini banyak dipergunakan untuk meramaikan kegiatan hajatan yang banyak dilaksanakan oleh warga Bojonegoro ataupun kegiatan kebudayaan yang lain. Biasanya dalam mengadakan kegiatannya, tarian tayub ini sudah terkoordinir dalam suatu kelompok tertentu dengan nama khas masing-masing. 

c.      Pertunjukan
  Tari Barong (Bali)
Tari Barong ini menceritakan tentang asal muasal perang abadi antara kebaikan yang di-lambangkan dengan Barong melawan kejahatan yang dilambangkan dengan Rangda.Barong adalah karakter dalam mitologi Bali.Ia adalah raja dari roh-roh serta melambangkan kebaikan. Ia merupakan musuh Rangda. Banas Pati Rajahadalah roh yang mendampingi seorang anak dalam hidupnya. Banas Pati Rajah dipercayai sebagai roh yang menggerakkan Barong. Sebagai roh pelindung, Barong sering ditampilkan sebagai seekor singa.Di pulau Bali setiap bagian pulau Bali mempunyai roh pelindung untuk tanah dan hutannya masing-masing.Setiap Barong dari setiap region digambarkan sebagai hewan yang berbeda.Ada babi hutan, harimau, ular atau naga, dan singa.Bentuk Barong sebagai singa sangatlah populer dan berasal dari Gianyar.Dalam Calonarong atau tari-tarian Bali, Barong menggunakan ilmu gaibnya untuk mengalahkan Rangda.

2. TARI BERDASARKAN BENTUK PENYAJIANNYA
a.      Tari Tunggal
Tari tunggal adalah jenis tari bentuk yang ditarikan oleh seorang penari, boleh laki-laki meupun perempuan.
  Kebyar Duduk (Bali)
Tari ini merupakan ciptaan I Mariodari Tabanan yang menciptakan tarian ini pada tahun 1925. Tari Kebyar Duduk menggambarkan kemahiran seorang pemuda yang menari dengan lincahnya dengan posisi duduk mengikuti irama gamelan. Apabila tarian ini ditarikan dengan memainkan instrumen trompong, maka tarian Kebyar Duduk disebut tari Kebyar Trompong.
b.      Tari Berpasangan
Tari berpasangan adalah bentuk penampilan tari yang ditarikan secara berpasang-pasangan. Perbedaan tari berpasangan dengan tari tunggal adalah pada bentuk penyajiaannya yang memiliki unsure interaksi gerak yang saling melengkapi, saling mengisi, dan merespons antara individu penari dengan pasangannya.
Tari Salipuk
Tari Salipuk adalah tarian asli dari kota Nganjuk, tarian ini ditarikan oleh sepasang muda mudi yang berarti tarian pergaulan Tari Salipuk adalah pengembangan dari Tari Tayub yang sebelumnya sudah ada di Nganjuk, Tari ini sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda yang berawal dari pengamen yang bernama Salipuk, pekerjaan setiap hari adalah berkeliling kampung untuk menghibur orang sambil membawa kendang. Orang-orang sangat menyukai hiburan yang diberikan oleh Salipuk, sehingga dia sering dipanggil ke kampung-kampung untuk menghibur orang. Lalu dia akhirnya mengembangkannya menjadi tari yang berpasangan. Sampai saat ini tari Salipuk masih banyak ditarikan pada  acara-acara tertentu seperti acara resmi, acara perkawinan atau pada saat upacara adat.
Meskipun tarian ini hanya melibatkan dua orang, tetapi atraksi tari ini membutuhkan tempat yang luas karena gerakannya sangat dinamis dan penarinya harus berlari kesana-kemari. Tari Salipuk menggunakan iringan musik tradisional Jawa dengan tembang khusus yang liriknya sesuai dengan jalan cerita tarian.


b.      Tari Kelompok
Tari berkelompok adalah bentuk penampilan tari yang ditarikan oleh banyak penari atau lebih dari dua orang. Dalam tarian berkelompok dituntut keserempakan dan keseragaman gerak yang lebih tinggi agar pertunjukan tariannya tampak lebih dinamis dan indah. Para penari perlu menyamakan presepsi akan tariannya. Semua ini dimaksudkan agar dalam pementasan mereka tampak kompak dan serasi satu sama lainnya.

   Tari Seudati(Aceh)
Seudati berasal dari kata Syahadat, yang berarti saksi/bersaksi/pengakuan terhadap Tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad utusan Allah. Tarian ini juga termasuk kategori Tribal War Dance atau Tari Perang, yang mana syairnya selalu membangkitkan semangat pemuda Aceh untuk bangkit dan melawan penjajahan. Oleh sebab itu tarian ini sempat dilarang pada zaman penjajahan Belanda, tetapi sekarang tarian ini diperbolehkan kembali dan menjadi Kesenian Nasional Indonesia.

3. TARI BERDASARKAN POLA GARAPANNYA
a.      Tari Primitif
  Tari Belian Sentiyu (Dayak-Kalimantan Timur)
Tarian ini berasal dari suku Dayak Tonyooi dan Dayak Benuaq. Maksud dan tujuan dari tarian ini juga untuk mengobati orang sakit dan mengusir roh jahat. Perbedaannya adalah pada kostum, apabila pada Belian Bawo memakai gelang bergemerincing yang memekakkan telinga pendengarnya pada Belian Sentiyu memakai persembahan beras yang akan ditaburkan oleh pemeliannya.

b.      Tari Rakyat
  Tari Reog Ponorogo (Jawa Timur)
Tarian ini menggambarkan cerita istana raja milik ratu kerajaan Kediri. Dalam perjalanan dari kerajaan Bantarangin ke Kediri mengalahkan segerombolan harimau dan merak yang dipimpin oleh Singobarong. Penari utama memakai pakaian besar terbuat dari bulumerak dan memakai topeng kepala harimau. Berat topeng tersebut berkisar 40 sampai 50 kg dan didukung oleh sebuah tali yang digigit oleh gigi penari. Lainnya memakai topeng seperti setan.

c.       Tari Klasik
  Tari Legong(Bali)
Sebuah tarian klasik Bali yang memiliki pembendaharaan gerak yang sangat kompleks yang terikat dengan struktur tabuh pengiring yang konon merupakan pengaruh dari Gambuh. Kata Legong berasal dari kata "leg" yang artinya luwes atau elastis dan kemudian diartikan sebagai gerakan lemah gemulai (tari). Selanjutnya kata tersebut di atas dikombinasikan dengan kata "gong" yang artinya gamelan, sehingga menjadi "Legong" yang mengandung arti gerakan yang sangat terikat (terutama aksentuasinya) oleh gamelan yang mengiringinya. Ciri khas tari Legong ini adalah pemakaian kipas para penarinya kecuali Condong. Gamelan yang dipakai mengiringi tari Legong dinamakan Gamelan Semar Pagulingan. Lakon yang biasa dipakai dalam Legong ini kebayakan bersumber pada:Cerita Malat khususnya kisah Prabu Lasem,Cerita Kuntir dan Jobog (kisah Subali Sugriwa), Legod Bawa (kisah Brahma Wisnu tatkala mencari ujung dan pangkal Lingganya Siwa), Kuntul (kisah burung), Sudarsana (semacam Calonarang), Palayon, Chandrakanta dan lain sebagainya.

d.      Tari Kreasi

  Tari Kreasi Ronggeng Midang (Jawa Barat)
Tarian ini merupakan tarian garapan dimana dalam alur geraknya mengambil dari tarian rakyat dan tari tayub seperti Banjet, Ketuk Tilu dan Silat sehingga tariannya bebas dengan laras pelog. Rakyat kecil mengenal kesenian Ronggeng sebagai bagian dari acara-acara pesta yang dilaksanakan di lapangan terbuka pada malam hari dengan penerangan berupa oncor (obor).Unsur tari Tayub sendiri dipergunakan sebagai penyelaras untuk mengekspresikan gerak tari, sedangkan Ketuk Tilu, Banjet dan Pencak Silat merupakan gerak tari yang dinamis. Dalam garapan tari Ronggeng Midang ini penata mencoba mengangkat salah satu sisi kehidupan dari Ronggeng itu. Pada umumnya mereka hidup dan berkembang di daerah perkebunan dan pesisir.

4. TARI BERDASARKAN TEMA/ISI
a.      Tari Heroik
Tari kepahlawanan adalah tari yang mengandung unsur cerita heroik atau kepahlawanan.
  Tari Hedung (Nusa Tenggara Timur)
Tarian Hedung merupakan salah satu dari sekian banyak tarian yang ada dalam kultur masyarakat Adonara. Tarian ini merupakan tari perang yang dulunya dibawakan untuk menyambut pahlawan yang pulang dari medan perang. Tarian in melambangkan nilai-nilai kepahlawanan dan semangat berjuang tanpa kenal menyerah. Di masa kini, tarian hedung dibawakan dalam acara penyambutan tamu yang datang ke Adonara. Dalam tarian ini, para penari yang terdiri dari kaum pria dan juga beberapa kaum wanita menggunakan berbagai perlengkapan yang biasanya digunakan oleh para pahlawan untuk berperang. Gerakan dalam tarian ini mirip dengan orang yang sedang berperang. Mereka akan "berperang" satu sama lain dengan mengayunkan parang atau membuat ancang-ancang untuk melemparkan tombak. Para penari pria akan berpasang-pasangan dan memperagakan duel dalam peperangan

b.      Tari Erotis
Tari erotik adalah tari yang mengandng unsure cerita atau percintaan.
  Tari Jaipong (Jawa Barat)
Jaipong bermula dari tari ketuk tilu, tarian tradisional khas Sunda. Setelah berkembang dengan berbagai variasi, baik dalam musik maupun gerak, tarian ini menjelma menjadi jaipongan. Ciri khas jaipong adalah musiknya yang menghentak dan dinamis. Alat musik kendanag terdengar paling menonjol selama mengiringi tarian. Tarian ini biasanya dibawakan oleh seseorang, berpasangan, dan juga kelompok. Jaipong sering dipentaskan pada acara hiburan selamatan dan perta pernikahan.


c.       Tari Totemis
Tari totemis adalah tari yang menirukan gerak diluar obyek diri manusia.
  Tari Merak (Jawa Barat)
Tarian ini merupakan tarian kreasi baru dari daerah Jawa Barat yang menggambarkan segala tingkah laku Burung Merak yang suka ria, canda dan harmonis serta bentuk visual dari warna yang dimiliki burung merak tergambar dalam tarian ini.

d.      Tari Dramatik
Drama tari adalah suatu bentuk drama dan tari yang memiliki alur  cerita, plot, tema, dan biasanya dilakukan secara kelompok

  Tari Kancet Punan Letto (Dayak-Kalimantan Timur)

“Punan” artinya merebut, “letto” artinya gadis/wanita. Tarian ini menceritakan tentang dua orang pemuda yang sama-sama menyukai seorang gadis dan memperebutkannya. Pemuda yang mempertahankan gadisnya dengan gagah berani akhirnya memenangkan pertarungan tersebut. Sudah merupakan sifat suku Dayak Kenyah, untuk memepertahankan miliknya apa pun itu bentuknya.



















PENUTUP

Kesimpulan :

Seni tari merupakan karya cipta manusia yang indah. seni tari dikatakan indah apabila rangkaian dan bagian-bagiannya atau elemen-elemen penunjang tari menjadi suatu susunan yang lengkap dan utuh hingga mampu menumbuhkan kenikmatan bagi pemirsa(penikmatnya). Bisa dikatakan juga tari bentuk merupakan sebuah tari yang mengambarkan cerita secara keseluruhan dari awal sampai akhir pertunjukan.

Tari adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan berbentuk gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika. Ada tiga unsur utama dalam tari, yaitu wiraga (fisik), wirama (iringan musik), dan wirasa (penjiwaan atau ekspresi). Gerak tari dan gerak biasa memiliki perbedaan dalam hal kehalusan, dinamika (irama dan tempo), dan iringan.
Tari bentuk mempunyai komposisi , peranan dan teknik tari. Komposisi tari yaitu Bentuk (pose), Gerak, Pola lantai, Arah hadap, Tataran atau level ,Ekspresi atau penjiwaan. Peranan tari meliputi Tari sebagai alat pemersatu bangsa, Sebagai contoh pagelaran festival tari nasional daerah, dan festival isen mulang, Tari sebagai media ekspresi, Tari sebagai sarana upacara, Tari sebagai penyaluran terapi,Tari sebagai media komunikasi, Tari sebagai media berpikir kreatif, Tari sebagai media mengembangkan bakat, Tari sebagai hiburan dan Tari sebagai media pergaulan. Teknik tari meliputi Teknik Tari Gaya Marta Graham, Teknik Tari Gaya Yoyakarta dan Teknik Tari Gaya Surakarta.
Begitu juga tari bentuk di bagi menjadi beberapa jenis yaitu berdasarkan fungsi, berdasarkan bentuk penyajiannya, berdasarkan pola garapannya dan berdasarkan tema atau isinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar