Senin, 11 Maret 2013

MAKALAH EKONOMI Pengeluaran Pemerintah dan Aspek Positif Negatif Perilaku Konsumtif




     MAKALAH EKONOMI
Pengeluaran Pemerintah dan Aspek Positif Negatif Perilaku Konsumtif

  
  

Di Susun oleh :
Fauzia Tripurnamawati
Maulina Putri Maharani
Widdy Maulida Aziz
Aldi Fahruraji
Daffio Ardibudiman
Puji Nugraha




Pendahuluan

Dengan menghaturkan puji dan syukur atas kehadirat Tuhan yang maha Esa, kelompok kami yaitu kelompok 3 akan mempersembahkan Makalah Ekonomi yang berjudul  tentang PENGELUARAN PEMERINTAH DAN ASPEK POSITIF PERILAKU KONSUMTIF.
Makalah ini berisi tentang pengertian pengeluaran rutin dan tidak rutin, contoh-contoh pengeluaran pemerintah dan menjelaskan aspek positif dan negatif perilaku konsumtif.
Diharapkan makalah yang sudah kami buat semaksimal mungkin ini dapat berguna bagi siapa saja. Dan semoga makalah kami dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi orang luas.






A.   Pengeluaran Rutin Pemerintah

Pengeluaran rutin adalah segala bentuk pengeluaran pemerintah untuk membayar kebutuhan sehari-hari pemerintah. Pengeluaran rutin dimaksudkan sebagai pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang dialokasikan untuk membiayai kegiatan rutin pemerintahan. Tujuan pengeluaran rutin agar  pemerintah dapat menjalankan misinya dalam rangka menjaga kelancaran penyelenggaraan pemerintah, kegiatan operasional dan pemeliharaan asset  negara, pemenuhan kewajiban  pemerintah  kepada  pihak ketiga, perlindungan  kepada  masyarakat  miskin dan  kurang mampu, serta menjaga stabilitas perekonomian.
 Besarnya pengeluaran rutin dipengaruhi oleh berbagai langkah kebijakanyang ditempuh pemerintah dalam rangka pengelolaan keuangan negara dan stabilitas perekonomian, seperti perbaikan pendapatan aparatur pemerintah,penghematan pembayaran bunga utang, dan pengalihan subsidi agar lebih tepat sasaran. Contoh pengeluaran rutin pemerintah sebagai berikut :
1)      Belanja pegawai, termasuk gaji pegawai negri dan TNI
2)      Belanja barang, seperti perlengkapan dan peralatan kantor
3)      Cicilan hutang, baik hutang luar dan dalam negri
4)      Subsidi daerah otonom
5)      Pengeluaran rutin lainnya adalah subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM)
6)      Anggaran untuk pendidikan, kesehatan, dan pertahanan keamanan.

B.   Pengeluaran Tidak Rutin Pemerintah

Pengeluaran  pembangunan (pengeluaran tidak rutin) yaitu  pengeluaran yang bersifat  modal  masyarakat dalam bentuk pembangunan fisik dan non fisik. Pos pengeluaran pembangunan diantaranya untuk bantuan rupiah, seperti sumbangan bagi korban bencana alam dan bantuan biaya proyek untuk pembangunan sarana fasilitas umum. Besar kecilnya anggaran pengeluaran atau konsumsi pemerintah akan sangat bergantung pada sikap dan keputusan-keputusan politik.


C.    Aspek Positif dan Negatif Perilaku Konsumtif

Pada hakikatnya, tujuan konsumen melakukan kegiatan konsumsi, yaitu memenuhi segala kebutuhannya sehingga memperoleh kepuasan maksimal. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut manusia dihadapkan pada keterbatasan tertentu sehinggga diperlukan tindakan atau perilaku konsumsi yang lebih baik,yaitu dengan menggunakan tindakan konsumsi yang berprinsip ekonomi. Kegiatan mengkonsumsi yang berlebihan dapat menimbulkan perilaku konsumtif masyarakat. Perilaku konsumtif adalah perilaku manusia yang melakukan kegiatan konsumsi yang berlebihan.

Semua tindakan konsumsi didasarkan pada prinsip dan tindakan ekonomi. Artinya seorang konsumen dalam melakukan tindakan konsumsinya harus selalu bertindak rasional dan ekonomis, selalu membeli atau mengonsumsi barang yang benar-benar di butuhkan, membeli dan mengonsumsi barang dengan tujuan ideal, serta setiap tindakan konsumsinya selalu berdasarkan skala prioritas.
Perilaku konsumtif ini bila dilihat dari sisi positif akan memberikan dampak:
  1. Membuka dan menambah lapangan pekerjaan, karena akan membutuhkan tenaga kerja lebih banyak untuk memproduksi barang dalam jumlah besar.
  2. Meningkatkan motivasi konsumen untuk menambah jumlah penghasilan, karena konsumen akan berusaha menambah penghasilan agar bisa membeli barang yang diinginkan dalam jumlah dan jenis yang beraneka ragam.
  3. Menciptakan pasar bagi produsen, karena bertambahnya jumlah barang yang dikonsumsi masyarakat maka produsen akan membuka pasar-pasar baru guna mempermudah memberikan pelayanan kepada masyarakat.
  4. Mendorong produsen untuk memproduksi barang dengan harga dan kualitas yang lebih baik
Bila dilihat dari sisi negatifnya, maka perilaku konsumtif akan menimbulkan dampak:
  1. Pola hidup yang boros dan akan menimbulkan kecemburuan sosial, karena orang akan membeli semua barang yang diinginkan tanpa memikirkan harga barang tersebut murah atau mahal, barang tersebut diperlukan atau tidak, sehingga bagi orang yang tidak mampu mereka tidak akan sanggup untuk mengikuti pola kehidupan yang seperti itu.
  2. Mengurangi kesempatan untuk menabung, karena orang akan lebih banyak membelanjakan uangnya dibandingkan menyisihkan untuk ditabung.
  3. Cenderung tidak memikirkan kebutuhan yang akan datang, orang akan mengkonsumsi lebih banyak barang pada saat sekarang tanpa berpikir kebutuhannya di masa datang.  
  4. Mendorong konsumen melakukan pengeluaran di luar batas kemampuannya sehingga akan melakukan pinjaman yang pada akhirnya akan terjebak hutang.



Penutup

Kesimpulan daripada makalah kami ini adalah sebagai berikut :
Pengeluaran rutin dan tidak rutin pemerintah bertujuan untuk dapat menjalankan misinya dalam rangka menjaga kelancaran penyelenggaraan pemerintah, kegiatan operasional dan pemeliharaan asset  negara, pemenuhan kewajiban  pemerintah  kepada  pihak ketiga, perlindungan  kepada  masyarakat  miskin dan  kurang mampu, serta menjaga stabilitas perekonomian. Tetapi, Besar kecilnya anggaran pengeluaran atau konsumsi pemerintah akan sangat bergantung pada sikap dan keputusan-keputusan politik.

Tujuan konsumen melakukan kegiatan konsumsi, yaitu untuk memenuhi kebutuhannya hingga memperoleh kepuasan maksimal. Tetapi untuk tujuan tersebut konsumen dihadapkan pada keterbatasan tertentu sehingga diperlukan tindakan konsumsi yang berprinsip ekonomi. Jika konsumtif membeli (mengkonsumsi) barang dengan berlebihan maka menimbulkan 2 aspek yaitu aspek negatif dan positif dan juga menimbulkan kerugian dan keutungan. Jadi, dalam mengkonsumsi barang seorang konsumen harus bisa bertindak secara rasional, ekonomis, memilih barang yang benar-benar dibutuhkan dengan tujuan ideal dan tak lupa setiap tindakan konsumsi harus sesuai dengan skala prioritas.
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar